PKN

Aktor-aktor hubungan internasional:

1.       Negara

2.       Organisasi Internasional: Organisasi yang mengacu kepada organisasi yang dibentuk atau diciptakan oleh dua atu lebih negara yang berdaulat (UNO,ASEAN,WHP,WTO)

3.       Organisasi Non Pemerintah: Organisasi yang dibentuk oleh kelompok masyarakat atau kelompok kepentingan beberapa negara (Green Peace, Palang Merah Internasional/IRC)

4.       Korporasi multinasional

5.       Kelompok teroris

6.       Organisasi pembebsan nasional/ethhnik

 

Tahap-tahap pembuatan perjanjian internasional:

1.       Perundingan

2.       Penandatanganan

3.       Pengesahan: Suatu negara mengikatkan diri pada suatu perjanjian dengan syarat jika telah disahkan oleh badan yang berwenang di negaranya. Penandatanganan hanya bersifat sementara dan masih harus dikuatkan dengan pengesahan/ratifikasi.

 

Berakhirnya perjanjian internasional:

1.       Telah tercapainya tujuan dari perjanjian internasional itu

2.       Masa berlaku perjanjian internasional itu sudah habis

3.       Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau punahnya objek perjanjian itu

4.       Adanya perjanjian baru antara peserta yang kemuadian meniadakan perjanjian yang terdahulu

5.       Adanya persetujuan dari peserta untuk mengakhiri perjanjian itu

6.       Syarat2 tentang pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan perjanjian itu sudah dipenuhi

7.       Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain

 

Perwakilan Diplomatik: Terdiri atas kedutaan besar RI dan perutusan tetap negara wilayah RI, kedutaan besar RI ditempatkan di wilayah hukum Indonesia di luar negeri yaitu di Ibu Kota negara penerima, sedangkatn perutusan tetap Negara RI ditempatkan di Organisasi Internasional.

Tugas pokok:

a.       Representasi: mewakili negara pengirim membawa suara resmi

b.      Negosiasi: mengadakan perundingan dengan negara penerima

c.       Observasi: meneliti setiap kejadin jika ada keretakan hubungan kedua ngeara/menyangkut persoalan warga negaranya

d.      Proteksi: melindungin warga negaranya yang ada di negara ia bertugas

e.      Relasi: membina hubungan baik dengan negara penerima juga dengan perwklan negara lain yg ada di ngra penrima

Fungsi:

a.       Mewakili negara pengirim  didalam negara penerma

b.      Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga egaranya di ngeara penerima d dlam batas2 yg diijinkan oleh hukum internasional

c.       Mengadakan perstjuan dngn pemerintah negara penerima

d.      Memberikan ket. Ttg kondisi dan perkembangan negara penerima, sesuai dengan UU dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim

e.      Memelihara hub.persahabatan antara kedua negara

 

 

Hak Imunitas:

Hak yang menyangkut diri pribadi seorang diplomat serta gedung perwakliannya. Dengan hak ini, para diploma mendapat hak istimewa atas keselamatan diri pribadi dan harta bendanya. Mereka juga tidak tunduk pada yuridiksi di dalam negara tempat mereka bertugas, baik dalam perkara perdata maupun pidana. Misalnya, panggilan untuk menjadi saksi atau dituntut di muka pengadilan, tidak dapat diberlakukan kepada merka, kecuali jika ada izin dari pemerintah yang mengutusnya.

Hak ekstrateritorial:

Hak kebebasan diplomat thdp daerah perwakilan termasuk HALAMAN BANGUNAN, SERTA PERLENGKAPAN SEPERTI: BENDERA, LAMBANG NEGARA, DOKUMEN & SURAT LAINNYA YANG BERSIFAT SENSOR. Dalam hal ini polisi atau aparat keamanan dilarang memasuki daerah tesbt tanpa ijin phak perwklan yg bersgkutan. Bila ada penjahat atau pencari suaka politik yg masak dlm kedutaan maka ia dapat diserahkan atas permintaan pemerintah sebab para diplomat tidak memmliki Hak asylum (hak memberi kesempatatn pada suata ngra dlm membrikan prlndungan kpd warga asing yg mlrkan diri.

 

Tugas Majelis Umum:

1.       Membahas & merekomendasi mengani prnsp2 kerjasama dlm mempertahankan perdamain dan keamanan internasional

2.       Mendiskusikan hal2 yg berhbgan dengan perdamaian & kemanan internasional

3.       Memprakarsai studi dan memberikan rekomendasi u/ menggalakan kerjasama politik internasional

4.       Menerima & membahas laporan2 dewan keamanan yg berkenaan dgn sengketa antar negaa

5.       Membahas dan memberi perstjuan pd anggaran pendapatan & belanja PBB

6.       memilih nggota tidak ttp dewan keamanan

7.       Berdasarkan rekomendasi dewan kemamanan, mengangakat sekjen PBB dan memilih para hakim makhamah internasional

 

Tugas Dewan Kemanan:

1.       Mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional

2.       Menginvesigasi setiap pertikaian atau situasi yg mgkin menyebabkan ketegangan internasional

3.       Merekomnedasikan metoda2 penyelesaian pertikaian antar negara

4.       Menetpakan adanya ancman thdp perdamaian dunia

5.       Melaksanakan tindakan militer terhadap  negara yg melakukan agresi pada negara lain

6.       Merekomendasikan penerimaan anggota baru PBB

7.       Merekomendaasikan pada MajUmum mengenai pengangkatan Sekjen PBB.

About heehehehe

-----------
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s